Fenomena Perayaan Tahun Baru Masehi
Bila kita mengamati secara seksama
realitas yang ada menjelang berakhirnya setiap tahun Masehi, maka akan
kita dapatkan seakan Rasulullah Saw., berbicara tentang kondisi
kontemporer saat ini. Betapa tidak, hampir mayoritas umat ini merayakan
datangnya Tahun Baru Masehi tersebut persis dengan apa yang dilakukan
oleh pemilik Hari Besar tersebut, yaitu kaum Yahudi. Anehnya, hal ini banyak juga dirayakan oleh kalangan Nashrani.
Dari Abu Sa’id al-Khudry bahwasanya Nabi Saw., bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti sunnah (tata-cara) orang-orang sebelum kamu, sejengkal-demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga andaikata mereka masuk lubang semutpun, niscaya kalian akan memasukinya juga”. Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah (mereka itu) orang-orang Yahudi dan Nashrani?”. Beliau bersabda: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)”. (Hr. Al-Bukhari)
Dari Abu Sa’id al-Khudry bahwasanya Nabi Saw., bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti sunnah (tata-cara) orang-orang sebelum kamu, sejengkal-demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga andaikata mereka masuk lubang semutpun, niscaya kalian akan memasukinya juga”. Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah (mereka itu) orang-orang Yahudi dan Nashrani?”. Beliau bersabda: “Siapa lagi (kalau bukan mereka)”. (Hr. Al-Bukhari)
Pengertian Etika
Dalam pergaulan hidup bermasyarakat,
bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan
suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem
pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal
dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain.
Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuaidengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.
Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuaidengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita.
Ciri - Ciri Teman Yang Baik & Sehat Di Facebook
Teman Yang Baik dan Sehat di Facebook, Bagaimana cirinya yach ..? ... Mungkin
ini dapat membantu sahabat semua ber-facebook-kan yang insya Allah
bermanfaat didunia dan akherat .... Inilah cirinya teman yang baik dan sehat di Facebook : ...
1. Walau tidak kenal di alam nyata, kamu mengenalnya lewat status, statement, photo, tautan link yang diberikan dia.
Hari Kiamat dan Hisab
- Seorang Arab Badui bertanya, "Kapankah tibanya kiamat?" Nabi Saw lalu menjawab, "Apabila amanah diabaikan maka tunggulah kiamat." Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana hilangnya amanat itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat." (HR. Bukhari)
- Mendekati kiamat akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah kepingan-kepingan malam yang gelap-gulita. Seorang yang pagi hari beriman maka pada sore harinya menjadi kafir, dan orang yang pada sore harinya beriman maka pada pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya dengan (imbalan) harta-benda dunia. (HR. Abu Dawud)
Keutamaan Do'a
- Do'a adalah otaknya (sumsum / inti nya) ibadah. (HR. Tirmidzi)
- Do'a adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la)
- Akan muncul dalam umat ini suatu kaum yang melampaui batas kewajaran dalam berthaharah dan berdoa. (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Penjelasan: Yakni berdoa atau mohon kepada Allah untuk hal-hal yang tidak mungkin dikabulkan karena berlebih-lebihan atau untuk sesuatu yang tidak halal (haram).
- Do'a seorang muslim untuk kawannya yang tidak hadir dikabulkan Allah. (HR. Ahmad)
Keutaman Berbakti Kepada Orang Tua Dan Pahalanya
Pernah ingat, nasihat orang tua sa'at
kita masih kecil? Pasti kita pernah mendengar orang tua kita menasehati
supaya harus menjadi orang yang jujur. Dalam mendidik dan memotivasi
supaya seorang anak menjadi orang yang jujur. Kerap kali dikemukakan
bahwa menjadi orang jujur itu sangat baik, akan dipercaya orang, akan
disayang orang tua, dan bahkan mungkin sering dikatakan bahwa kalau
jujur akan disayang Allah Ta’alaa.
[1]. Merupakan Amal yang Paling Utama
‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata:.Yang artinya : “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, menjawab, ‘Sholat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan sholat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’.
[1]. Merupakan Amal yang Paling Utama
‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata:.Yang artinya : “Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, ‘Amal apakah yang paling utama?’ Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, menjawab, ‘Sholat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan sholat di awal waktunya).’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Nabi menjawab, ‘Jihad di jalan Allah’.
Penyakit Akhir Zaman
Istilah
wahan diungkapkan oleh Nabi saw-tatkala menjelaskan kondisi umat
manusia di masa akan datang. Penyakit wahan ini menjadi penyebab utama
segala keburukan dan keterpurukan umat Islam sehingga karenanya mereka
menjadi bulan-bulanan musuh-musuh islam. Bahkan lebih tragis lagi, Nabi
saw mengibaratkan mereka laksana makanan yang menjadi rebutan
orang-orang rakus yang kelaparan.
Dari
Tsauban radliyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah saw bersabda, "Akan
datang suatu masa, di mana bangsa-bangsa akan mengeroyok kalian seperti
orang-orang rakus memperebutkan makanan di atas meja.
Ada seorang yang bertanya, 'Apakah karena pada saat itu jumlah kami sedikit?'
Rasulullah
saw menjawab: 'Tidak, bahkan kamu pada saat itu mayoritas, akan tetapi
kamu seperti buih di atas permukaan air laut. Sesungguhnya Allah telah
mencabut rasa takut dari musuh-musuh kalian, dan telah mencampakkan
penyakit al wahan pada hati kalian'.
Seorang sahabat bertanya: 'Ya Rasulallah, apa penyakit al wahan itu?.'
Pesan-Pesan Islam kepada Generasi Muda
Generasi muda adalah kekuatan sekaligus keabanggaan suatu umat dan negara. Untuk mengetahui nasib masa depan sebuah umat atau sebuah bangsa adalah dengan melihat generasi muda saat ini. Bila generasi mudanya baik, maka masa depan umat dan bangsa tersebut adalah baik. Sebalik bila generasu mudanya rusak maka masa depan umat dan bangsa tersebut adalah suram.
Karena itu bila kita cermati gerakan musuh-musuh Islam dalam menghancurkan sebuah bangsa dan umat adalah dengan merusak generasi mudanya terlebih dulu. Bila generasi muda sebuah umat atau bangsa rusak maka untuk menghancurkan umat dan bangsa tersebut tidak perlu dengan kekuatan senjata dan angkatan perang. Inilah yang dipesankan oleh Napolion Bonaparte kepada para pasukkan perang salib ketika mereka umat Islam menangkapnya dalam sebuah penyerang salibiyah kenegeri Mesir. Bahwa umat Islam tidak mungkin dilawan dengan kekuatan senjata, akan tetapi dengan cara Gazwulfikri (perang pemikiran).
Langganan:
Komentar (Atom)



